Senin, 11 Juni 2018

Sejarah Hukum Adat

adatrecht

Hukum adat tidak ditemukan oleh orang Indonesia sendiri, ibarat seorang yang hilang, tidak mungkin menemukan dirinya sendiri, atau orang baru tentu saja tidak menemukan dirinya sendiri. Ia memperkenalkan dirinya sendiri bukan menemukan dirinya sendiri. Oleh karena itu, hukum adat tentu ditemukan oleh orang asing, sebab sebagaimana dikatakan oleh Von Savigny hukum itu ‘ist und mit dem volke’ yang disebut ‘volkgeeist’ (jiwa bangsa/masyarakat).

1. Sejarah hukum adat sejak sebelum dikenal oleh orang asing hingga dikenal oleh orang asing khususnya bangsa Eropa.

Sejak tahun 1595 Belanda masuk ke Indonesia melalui sebuah organisasi dagang yang disebut VOC, orang-orang asing itu belum pernah tertarik untuk menulis tentang hukum adat masyarakat-masyarakat yang ada di Indonesia. Padahal di Indonesia kaya dengan hukum adatnya. Misalnya pada tahun 1000 ses. M, masa pemerintahan raja dharmawangsa di Jawa Timur telah disusun kitab hukum yang merupakan kitab hukum tertua. Pada pemerintahan Hayam Wuruk (1331-1364) Patihnya Gajahmada membuat kitab hukum Gajahmada, Kanaka (1413-1430) membuat kitab hukum Adigama. Di Bali juga ditemukan kitab hukum Kutaramanawa.

Dengan melihat kitab-kitab hukum diatas, sebenarnya jauh sebelum kedatangan bangsa barat mereka telah mengenal aturan-aturan sebagai pedoman berpeilaku yang kita sebut hukum. Jadi, di negeri ini bukannya negeri yang tanpa hukum. Pada komunitas-komunitas local, seperti di Flores, Sumba, Bali, dan Nusa Tenggara Juga telah mengenal aturan hidup yang kita sebut hukum.

Disamping itu ada beberapa kitab kuno pada beberapa masyarakat hukum adat, a.l:

  • Ruhut Parsaoran di Habatahon (kehidupan sosial di tanah Batak) = di Batak, Sumatera Utara;
  • Patik Dohot Uhum ni Halak Batak (Undang-undang dan ketentuan di Tanah Batak) = di Batak, Sumatera Utara;
  • Hitu kitab hukum yang dibuat oleh Rizali (Orang Ambon) pada tahun 1650 di pulau Ambon;
  • Undang-Undang Jambi = di Jambi;
  • Simbur Cahaya (Undang-undang tentang tanah) di dataran tinggi daerah di Palembang;
  • Undang-undang nan dua puluh (undang-undang tentang hukum adat delik/pidana adat) di Minangkabau;
  • Ammana Gappa (undang-undang perniagaan dan pelayaran) disusun oleh Ammana Gappa (Orang Wajo) di Sulawesi Selatan (Wajo). Ini menarik perhatian orang Belanda dan Jerman. Mattews (tahun 1869) seorang Belanda menulis tentang kitab hukum Ammana Gappa yang disebutnya kitab hukum dagang. Kohler (tahun 1886 dan 1914) seorang Jerman, Ammana Gappa disebutnya sebagai cerminan dari hukum harta kekayaan Indonesia abad 17. Caron(tahun 1937) seorang ilmuwan Belanda menulis thesis tentang karya Ammana Gappa ini dengan judul: “ Het Handels-en Zee-Rechtin de Adat-rechts-regelen van de Recht-kring Zuid Celebes.” (Hukum Dagang dan Hukum Laut di dalam peraturan-peraturan Hukum Adat di dalam Lingkungan Hukum Sulawesi Selatan);
  • Latowa (Undang-undang perniagaan dan pelayaran) di Sulawesi Selatan (Bugis);
  • Rapang (Undang-undang perniagaan dan pelayaran) di Sulawesi Selatan (Makasar);
  • Awig-awig di Bali.

Sebelum tahun 1602 tidak ditemukan banyak catatan tentang Hukum Adat dari kalangan orrang Asing. Memang ada sedikit orang seperti Aernoudt Litgensz (tahun 1597) yang menulis tentang Bali, (tahun 1546-1605) menulis tentang Ambon (Ambonmissie).

2. Perintis Penemuan Hukum Adat
Penemuan hukum adat tidak dilakukan langsung dengan sengaja artinya dilakukan oleh seorang yang memang sengaja melalui sebuah proyek untuk mencari dan menemukan hukum adat. Hukum adat di temukan melalui beberapa tahap :
  • Rasa ketertarikan seseorang ketika melihat bahwa ada sebuah adat kebiasaan atau adat istiadat di daerah kelahiran atau tempat asalnya di Eropa;
  • Dari rasa ketertarikan meningkat menjadi sebuah studi tentang budaya suatu masyrakat;
  • Dari sebuah Etnologi kemudian menigkat menjadi Antropologi dan di dalam ilmu tentang manusia dan kebudayaannya itu di dalamnya terdapat hukum adat sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat itu.
Para Perintis Penemu Hukum Adat adalah :
a. William Marsden
Marsden adalah perintis pertama artinya ia adalah orang pertama yang melakukan penyelidikan tentang Hukum Adat. Pada tahun 1783 Marsden mempublikasikan karyanya yang berjudul “The History of Sumatera”, yang penting dari hasil penelitiannya adalah pernyataan bahwa peradaban daerah-daerah yang termasuk dalam lingkungan Indonesia termasuk Filipina dan Madagaskar.

b. Herman Warner Muntinghe
Warner Muntinghe tidak menulis buku, tetapi ia terkenal sebagai penulis 5 memori yaitu :
  • Pada 28 Juli 1813 memori ini untuk Raffles tentang rencana Pembaharuan;
  • Memori yang dibuat pada tanggal 14 Juli 1817 menceritakan tentang Desa di Jawa dan hukum tanahnya, ia mengemukakan bahwa pemberian tanah apapun kepada orang Eropa hanya diperbolehkan jika tidak merugikan hak orang pribumi oleh karena itu, orang jawa harus didahulukan. Memori ini untuk Commissie-General tentang Pemilihan antara susunan ekonomi Kompeni dan ekonomi bebas;
  • Memori pada tanggal 31 Agustus 1821 memuat tentang perusahaan bebas dan pajak yang teratur. Memori untuk Van der Capellen tentang Politik Agraria;
  • Memori tanggal 22 Maret 1822 ia mengemukakan bahwa tidak dapat dibenarkan untuk memberikan tanah kepada orang Eropa. Memori untuk Van der Capellen tentang Politik Agraria;
  • Laporannya tanggal 11 November 1826 tidak sedikitpun membicarakan tentang hukum adat. Memori untuk Du Buis juga tentang Politik Agraria.
c. Thomas Stamford Raffles
  • Tahun 1808 di Malaka ia menulis tentang bangsa Melayu dan Hukum Laut-nya; 
  • Tahun 1811 di Jawa, Raffles membentuk Commissie-Mackenzie untuk penelitian statistik;
  • Tahun 1814 menerbitkan bukunya “Substance of a Minute”;
  • Tahun 1817 menerbitkan buku “The History of Java” ;
  • Tahun 1820 di Bengkulu, Raffles memberi perintah kepada seorang pegawai Pamong Praja W. T. Lewis dan seorang guru pendeta bernama N. M. Ward untuk mempelajari Distrik Sungai Lemau, di Lais, dan hasilnya harus dilaporkan pada bulan Desember 1823;
  • Tahun 1828 ke Minangkabau untuk menyelidikinya sendiri;
  • Pandangan Raffles tentang Hukum Adat, secara singkat dikatakan bahwa Raffles tidak membedakan antara Hukum Adat dengan Hukum Agama (islam). Dikatakannya bahwa Al-Qur’an merupakan sumber hukum di Jawa dan desa bersumberkan ‘Hindoesch’.

d. John Crawfurd
  • Tahun 1820 menerbitkan buku berjudul “History of the East Indian Archipelago” di Edinburg;
  • Pandangan Crawfurd bahwa Hukum Adat itu adalah campuran dari Adat Istiadat pribumi dan ilmu hukum Hindu dan Islam, campuran undang-undang pribumi Hindu dan Arab, sedangkan pengaruh Hindu dan Arab terhadap adat Pribumi sedikit sekali. Selanjutnya ia mengatakan bahwa “adakah kemungkinan bahwa hukum suatu bangsa dengan bermacam-macam kasta seperti Hindu Muka (Hindu Awal/Asli ) atau Hukum sesuatu tanah penggembala yang tandus seperti Negeri Arab dapat berlaku sebagai Hukum Yang Hidup Di Indonesia?”;
  • Crawfurd juga menulis tentang hukum tanah, desa, dan hukum waris.
  • Pandangannya tentang hukum tertulis dan hukum adat yang hidup dalam masyarakat bahwa’mengenai hubungan antara hukum rakyat yang tertulis dan yang tidak tertulis.
e. Dirk van Hegendorp
  • Pandangannya yang penting adalah bahwa’orang Jawa (khususnya masyarakat Jawa Tengah) hidup dengan peraturan pinjam tanah, artinya Raja/Sultan meminjamkan tanah kepada pemegang apanage dan pemegang apanage meminjamkannya lagi dengan tanggungan memberi sebagian dari hasil tanah itu kepada penduduk desa.
f. Jean chretien Baud
  • Membentuk “Koninklijke Instituut” (Institut Ilmu Pengetahuan) pada tahun 1851;
  • Menulis tentang hak otonomi mandiri desa (1840).

B. Penemuan Hukum Adat
Adalah adanya pencatatan, observasi, dan penkajian terhadap keistimewaan hukum adat oleh para pemerhati asing.
Para penemu Hukum Adat adalah :
1. Wilken
  • Metode yang digunakan Perbandingan Etnologi dengan memusatkan perhatiannya pada studi “de Indische Archipel en het daarbij behoreend gebied.”;
  • Menurutnya hukum adat dimana-mana adalah hukum rakyat, kadang-kadang sebagian kecil diubah karena pengaruh Islam dan Hindu;
  • Pada tahun 1912 diterbitkan sebuah buku yang berjudul “Wilken’s verspreide geschriften” oleh Ossenbruggen;

2. Liefrinck
  • Bagian-bagian hukum adat yang menjadi perhatiannya meliputi : hukum tanah, pajak bumi raja-raja, dan susunan desa;
  • Terhadap hukum adat tanah, perhatiannya difokuskan pada hak-hak ulayat di Bali-Utara (1889);
  • Tentang pajak bumi raja-raja ia menulis perihal persawahan di Bali dalam majalah ‘Indische Gids’ (1886-1887);
  • Tentang susunan desa, dalam sebuah karangan dalam majalah “Tijdschrirf Bataviaasch Genootschap 33, 1890.”.

3. Christian Snouck Hurgronje
  • Hasil kajiannya tentang Aceh ditulis dalam buku yang berjudul “De Atjehers” (Orang Aceh) ditulis pada tahun 1893-1894;
  • Pada tahun 1903 menulis buku Het Gajoland (Tanah Gayo);
  • Istilah ‘Adatrecht’ pertama kali digunakan oleh Snouck Hurgronje, yaitu adat-istiadat yang mempunyai sanksi-sanksi hukum, berlainan dengan kebiasaan-kebiasaan atau pendirian-pendirian yang tidak membayangkan arti hukum.

C. Penemuan Ilmu Hukum Adat
1. Peranan Van Vollenhoven terhadap Hukum Adat di Indonesia
  • Soekanto menulis bahwa seorang yang lebih murah hatinya dari pada Van Vollenhoven susah untuk ditemukan. Kita menulis ilmu-ilmu pengetahuan, oleh sebab Van Vollenhoven telah menyediakan terlebih dahulu bahan-bahnnya itu;
  • Karya-karya Van Vollenhoven : “De Ontdekking van het Adatrecht”, “Het Adatrecht van Netherlandsch Indie”, “Adatwetboekje voor Netherlandsch Indie”(sebuah kitab Undang-Undang), “Miskeningen van het Adatrecht”.

2. Peranan ter Haar Bzn (9 Februari 1892 - 20 April 1941)
  • Tujuan yang hendak dibangun ter Haar, menurut Bertling adalah menghidupkan hukum dan menciptakan syarat-syarat baik untuk mewujudkannya;
  • Menurut Soepomo bahwa cita-cita yang hendak dibangun oleh ter Haar dapat dilihat dalam desertasinya yang berjudul “Het Adat proces der Inlanders” pada tahun 1915. Di dalam desertasinya itu ia membentangkan hukum acara Adat.


4 komentar

Salam kenal Mas (y). Mantap artikelnya, disertai sumber-nya (h)

terimakasih semoga bermanfaat...

Terimakasi ka berkat artikel iye sekarang jadi tau sejarah hukum

sangat bermanfaatsangat bermanfaat


EmoticonEmoticon

...