Selasa, 17 Juli 2018

Fakta Materiil Yang Bisa Memenuhi Unsur-Unsur Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP



Fakta materiil adalah fakta yang menunjukan sikap batin jahat pelaku, yaitu fakta-fakta yang mendorong dilakukannya perbuatan melawan hukum atau menyalahgunakan wewenang1. Isi dari pasal 338 KUHP “Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun”. Dan isi dari pasal 55 ayat (1) ke-1 adalah “(1) Dipidana sebagai pelaku tindak pidana:

1. mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan;”.
Melihat substansi dari pasal tersebut di atas bahwa siapa saja yang melakukan, menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja merampas nyawa orang lain dipidana sebagai pelaku tindak pidana pembunuhan, sehingga antara yang melakukan (plegen), menyuruh melakukan (doen plegen), dan turut serta (medeplegen) mempunyai niat dan tujuan untuk melakukan suatu tindak pidana, pemidanaannya adalah pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Misal, dalam sebuah kasus pembunuhan, ketika si A, si B, dan si C berkumpul ada si D lewat kemudian berhenti di depan si A, B, dan C kemudian si D mengejek dan mengancam membunuh salah satu dari si A, B, dan C. Karena si A merasa sakit hati dan jengkel, si A seketika itu berniat untuk merampas nyawa si D, kemudian si A menyuruh si B dan si C untuk membunuh si D, kemudian si B dan si C mengeluarkan pisau kemudian mereka berdua menusuk D hingga tewas. Kamudian A, B, dan C lari dan meninggalkan D. Tidak lama kemudian ada orang datang dan melaporkannya ke Polisi. Kemudian Polisi melakukan penyidikan dan melakukan visum et repertum di rumah sakit terdekat.

Setelah sampai pada proses pemeriksaan di pengadilan maka fakta materiil yang diperoleh dari kasus pembunuhan tersebut adalah :

  • B dan C menusukkan pisau ke D hingga tewas, di buktikan dengan pengakuan pelaku dan visum et repertum dari Rumah Sakit yang melakukan visum terhadap korban pembunuhan tersebut;
  • Bahwa pembunuhan dipicu dari D yang mengejek dan mengancam akan membunuh salah satu diantara A, B, dan C. A yang merasa sakit hati kepada D, kemudian A menyuruh B dan C untuk membunuh D;
  • Antara A, B, dan C dikenai pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1, karena A yang menyuruh melakukan pembunuhan, B melakukan dan C turut serta dalam pembunuhan.

Berdasarkan fakta materiil yang diperoleh bahwa antara A, B, dan C dapat dikenai pidana penjara paling lama lima belas tahun, karena dalam hal ini antara yang melakukan (plegen), menyuruh melakukan (doen plegen), dan turut serta (medeplegen) dianggap sebagai pelaku pembunuhan maka pemidanaannya disamakan.






------------------------------------
1. http://www.kejaksaan.go.id/uplimg/File/Lampiran%2010%20Area%20Rawan%20Korupsi%20edit%20bersama%2028%20Maret%202012%20Pak%20Sekjen.doc di akses pada 1 Oktober 2012


EmoticonEmoticon

...